semakin bermanfaat

Menghirup Cinta Dari Euforia Dan Gempita Muktamar NU

Menghirup Cinta Dari Euforia Dan Gempita Muktamar NU

Beberapa hari sebelum berlangsungnya muktamar NU ke-33 di Jombang yang digelar tanggal 1-5 Agustus 2015, gembar gembor dan pro kontra Islam Nusantara sudah memenuhi time line kita di twitter dan fesbuk. begitulah pinter-pinternya orang-orang yang jago dalam nge-branding, theme event awareness, dan strategi marketing. ahay. (aku berani ngomong gini soalnya aku NU asli ya, NU thothok dan kultural. hehe) maksudku tentu saja that way is very impressing us. tanpa adanya propaganda islam nusantara sebelumnya, tentulah hawa per-muktamar-an tidak seramai yang kemudian kita dapati.


hawa cinta dan euforia muktamar NU menguar-nguar tidak hanya di time line, tapi juga di depan rumahku yang kebetulan bersebelahan dengan masjid agung demak. fa otomatis, tiap rombongan dari arah barat yang mau ke Jombang, menyempatkan diri singgah dan sholat di masjid wali ini. Jadi pemandangan sehari-hari menjelang muktamar adalah para kyai, gus-gus, santri-santri dan para muhibbin ini. Duuuuuh....hawane arep melu nggandul lungo menyang Jombang lho. hehe.


Continue Reading…

#ngemil baca Fira Dan Hafez

#ngemil baca Fira Dan Hafez


Sama-sama memoar dan sama-sama ditulis dalam bahasa lugas dan bahasa keseharian, ternyata hasilnya beda banget lho. Contohnya ya tulisan mbak Fira Basuki ini, dibanding dengan tulisan bu NH Dini yang kuulas dalam postingan sebelum ini.

Kemungkinan usia, kebijaksanaan dan juga milestone punya pengaruh besar dalam hal ini. Kelihatan sekali 'keakuan' mbak Firbas dalam tulisannya, dan ini mau tak mau membuat pembaca sedikit jengah. Sedangkan meski sama-sama menceritakan dirinya, tapi bu NH Dini lebih 'down to earth'.
Terlalu banyak kata 'saya' di tulisan mbak Firbas, sedangkan bu NH Dini mengemukakannya dalam keterpaduan cerita yang tidak menjemukan, banyak menceritakan sekitarnya, baik lingkungan maupun orang-orang yang berkaitan dengan dirinya.
Sehingga lebih banyak persepsi dari sudut pandang 'saya'nya mbak Firbas, sedang bu NH Dini dengan bijak menampilkan apa adanya sesuatu.

Jadi ingat cuitan akun baru yang cukup kritis di twitter, kalau yang ini berkaitan dengan agama, but relevan juga sih dengan bagaimana kita memandang dunia dan kehidupan.
Wahyu itu ontologis, eksistensial dan objektif. Persepsi anda tentang wahyu adalah epistemologis, esensial dan subjektif.

btw, di bab-bab belakangnya ketika kemudian cerita tentang Hafez mengemuka, mau tak mau memang air mata menitik. teringat suamiku sendiri yang juga wafat kecelakaan. bagaimana keduanya (suami mbak firbas maupun suamiku alm) adalah sedikit dari pria yang sangat penyayang, asih, dan punya sesuatu yang tidak dimiliki lelaki kebanyakan.

mbak firbas pastilah menuliskan dengan sepenuh perasaan dan emosinya sehingga tulisan itu juga menyentuh emosi pembacanya.
buku ini memperlihatkan pada kita, bahwa cinta itu ada, dan bukan cuma utopia.
Continue Reading…

Matahariku (Ternyata) Masih Punya Sihirnya

Matahariku (Ternyata) Masih Punya Sihirnya

Pagi ini baru kusadari lagi bahwa matahariku yang satu itu masih punya sihirnya
lalu berangsur-angsur barusan kusadari bahwa banyak serendipity yang datang dalam kehidupanku
adalah awalnya bermula dari dia
mimpi, keberanian, hasrat dan kenekatan

sihirnya kukira telah pergi
tetapi sepertinya ia menetap

semua itu, sihir dan kecerdasan juga keajaibannya
bukan karena dia mengetahui (ilmunya)
tetapi karena kejernihannya

mungkin




Continue Reading…

Give Away Buku-Buku Baru

Give Away Buku-Buku Baru

Pengumuman Give Away Bidadari Surga Pun Cemburu

selamat buat Rizqa Nurul Magetan yang beruntung dapat buku via di goodreads

Buku Bidadari Surga Pun Cemburu bisa teman-teman dapatkan di toko buku Gramedia, Togamas dll. Juga toko buku online.
Mau pesan lewat saya juga bisa, sila langsung sms/wa 085701591957
(jika menghendaki tanda tangan, silakan :D)



Yang ketinggalan give away Bidadari, nggak usah khawatir, sebab ada giveaway lagi meski untuk buku yang lain nih. hehe.

jangan sampai ketinggalan lagi ya yang ini > buruan di-klik buat dapat


Continue Reading…

#ngemilbaca Dari Ngaliyan Ke Sendowo

Ngemilbaca Dari Ngaliyan Ke Sendowo

Meski judulnya dari Ngaliyan ke  Sendowo, namun sesungguhnya kita bahkan diajak jalan-jalan juga ke Bangkok, Jepang dan Malaysia juga. Seru banget. Cukup mengejutkan bagiku, karena dulu sempat pas membaca karya mbak NH Dini yang lain, aku merasa kurang tertarik melanjutkan karena merasa bahasanya biasa  saja, lugas dan keseharian. Tetapi pas kemarin kubaca yang ini, aku merasa bahasa yang biasa dan lugas itu tidak mengurangi keindahan berceritanya. Mengalir, runtut, dan penuh kontemplasi serta inspirasi. Aku bahkan tak melewatkan satu katapun. Sesuatu yang jarang terjadi jika membaca karya-karya yang ‘polos’ alias ‘klise’ (biasanya fast reading sih kalau nemu yang begitu)

Lalu kusadari kenapa waktu itu aku sempat tidak tertarik melanjutkan baca meski beli bukunya mbak NH Dini, karena  di saat itu aku masih/sedang teracuni oleh salah seorang guruku.  Dia bilang aku harus shifting dan lifting, dengan membaca karya-karya yang sophisticated. Yang waktu itu aku salah mengartikannya dengan bacaan dengan diksi berat, tema dan topic berat, filsafati dan semacamnya. Dus, yang bahasanya biasa-biasa saja jadi kurang menarik. Seiring waktu dan jam terbang, lalu kekeliruan ini kusadari. Bahkan dengan gaya bahasa yang sederhana dan lugaspun, sebuah cerita yang bagus tetaplah bisa menjadi cerita yang bagus. However, tentu saja selera masing-masing bisa sangat berbeda. Buat yang suka rumit-rumit, yang sederhana begini bisa menjemukan.

Tapi aku belajar banyak. Mbak NH Dini tentulah banyak terpengaruh dari novel-novel Perancis dan novel barat yang banyak dibacanya. Gaya tutur narasinya yang detail, filmis, showing/dalam bentuk adegan, diselingi kontemplasinya menjadikan buku ini selain menghibur, menginspirasi juga membawa kita berefleksi diri.

However, latar belakang dan pemikiran penulis juga hal-hal yang dia cerna banyak berpengaruh pada ‘pesan’ ,  ‘nilai’ maupun ‘keyakinan’ yang diusung dalam karyanya. Sebagaimana juga dalam novel ini.  Jika penulis Titik Balik membahasakan beberapa keberuntungannya sebagai serendipity, mbak NH Dini berulang-ulang dan berkali-kali memperlihatkan bahwa keberuntungan yang berulang kali didapatkannya sebagai KaruniaNya (meski dalam kenyataannya yang juga beliau selipkan  tanpa menggurui dalam ceritanya bahwa pencapaiannya itu adalah buah perjuangan, usaha serta doa)

Meski mbak NH Dini tidak menampakkan secara gamblang agamanya, namun tampak bahwa beliau mengamalkan Islam. Bahkan bisa dibilang novel ini bisa juga disebut sebagai novel yang Islami. Karena di sana ditauladankan bagaimana bermanfaat untuk orang lain, bagaimana berdisiplin, mandiri, bercita-cita, selalu ingat/dzikir kepadaNya, bagaimana bersyukur dan bersabar dan seterusnya. Beliau menuturkannya dengan cara sedemikian sehingga nilai-nilai kebaikan universal ini diterima oleh kalangan manapun dan siapapun.

Patutlah beliau mendapat banyak penghargaan itu.


Satu lagi pelajaran dari novel ini. Betapa sampai tua, ternyata pekerjaan menulis di Indonesia mungkin belum cukup untuk kebutuhan finansial. Jadi ketika kita tahu menulis tidak bisa ‘menghasilkan’ uang, sudah saatnya semakin memantapkan diri untuk menulis demi ‘keabadian’.



Continue Reading…

What Is Your Muse?

What Is Your Muse?


Kadang ada masa-masa stuck juga di dalam perjalanan kita berkarya dan menulis. Banyak PR di depan mata tapi ada saja gangguannya. Yang ragu-ragu lah, yang malas lah, yang nggak mood lah dan sebagainya.

Saat-saat seperti itulah kita membutuhkan 'muse' yang bisa menggugah semangat kita.

Sebagian orang tergerak setelah melihat film, atau membaca, atau jalan-jalan, atau habis menghadiri seminar, atau karena kantong bokek dan butuh uang. ahaha...

Kali ini my muse datang ketika bel rumah berbunyi, pak pos di depan pintu, mengantarkan bukti terbit buku baru, Bidadari Surga Pun Cemburu terbitan Tiga Serangkai. Yeay!!! Alhamdulillah, seneng banget dan langsung semangat nulis lagi.

Buku Bidadari Surga Pun Cemburu bisa didapatkan di toko buku Gramedia, Togamas dll. juga toko buku online. Go grab it ya :)


*ssstt....ada giveawaynya juga nih >> http://diannafi.blogspot.com/2015/07/giveaway-bidadari-surga-pun-cemburu.html


What's your muse?
yuk share di sini ^_^

Continue Reading…

Seminar Ekspedisi Zheng Ho Dan Islam Nusantara


Seminar Ekspedisi Zheng Ho Dan Islam Nusantara


Pengen banget datang ke gelaran pesta muktamar NU ke-33 di Jombang 1-5 Agustus 2015 ini, tapi badan sedang nggak fit. Eh alhamdulillah dapat undangan pre-event atau satelit event-nya di dekat rumah. Berlangsung di Hotel Amantis Demak, Nahdlatul Ulama (NU) menggelar Seminar Nasional Ekspedisi Zheng Ho dan Islam Nusantara.


Seminar Nasional tersebut menghadirkan ahli sejarah dari Cina.  Prof Fan Jin Min dan Prof Xia Weizhong dari Nainjing, RRC.
Keduanya mengulas tentang perjalanan Islam dari Cina ke Indonesia melalui perjalanan Jendral Zheng Ho, yang terkenal dengan klentengnya Sam Poo Kong di Semarang.
Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok, PBNU, Metro TV, Unwahas dan RSI NU menjadi sponsor utama acara.  


Penyelenggaraan ini merupakan amanat PBNU demi menyosialisasikan Islam Nusantara dengan konsep dasar Aswaja seperti tasamuh, tawasuth, tawazun, dan i’tidal termasuk ajaran Wali Songo dan laksamana Cheng Ho melalui peradaban dan budaya.

Dua narasumber ini juga datang ke Demak dengan membawa rombongan satu bus muslim Tiongkok. Mereka juga melakukan napak tilas perjalanan Laksamana Cheng Ho dalam mengembangkan agama Islam di bumi Nusantara seperti Gunung Batu Semarang dan Raja Bintor yang juga keturunan Tiongkok yakni Sultan Fattah di kompleks Masjid Agung Demak.

Kehadiran para ahli sejarah dari negara Tiongkok ini, bukan hanya memperkaya wawasan Islam dan Cina yang mungkin selama ini baru setengah-setengah mengetahuinya, namun juga mempererat hubungan antar etnis di Indonesia.

Seminar dihadiri 250 peserta yang terdiri dari pengurus PBNU, PWNU, PCNU, lembaga, banom, MWCNU sekabupaten Demak, Unwahas, guru besar dan mahasiswa.

Kami terpaksa memakai alat ini untuk bisa mendengar translator yang menerjemahkan narasumber. Karena keduanya menggunakan bahasa Mandarin. ahaha :D


Tentang konten/isinya akan aku tulis dalam postingan berikutnya ya teman. Ada 21 halaman tulisan tangan sih, tapi ya gitu. pas aku mau ketik kok sulit baca tulisan sendiri ya. Hehe. Ceker eyem. 

But I'll try hard for you all :D


Continue Reading…

Ketika Bulik Yang Senasib Denganku Akan Nikah Lagi

Ketika Bulik Yang Senasib Denganku Akan Nikah Lagi


Kemarin di pertemuan halal bihalal keluarga besar, salah satu bulik jauhku yang menjanda setahun ini karena suaminya juga meninggal seperti aku, penuh senyum dan tampak berbunga-bunga.

Rupanya dia akan segera menikah lagi!

Sempat dia tanya sama aku, berapa tahun sejak aku ditinggal wafat suami. Tujuh tahun, bulik. Wow! Serunya dengan wajah sedikit malu. Tapi kemudian dia mafhum karena dua anakku masih kecil, sedangkan dua anaknya sudah besar, sudah lulus dan kerja. Sehingga dia sendirian di rumah, demikian pula dengan calon suaminya yang sudah menduda selama TUJUH BELAS tahun. Wah! Yang itu lebih wow lagi ya saudara-saudara. Setelah membesarkan ketiga anaknya hingga mandiri, barulah sekarang dia hendak menikah lagi.

Subhanallah.

Kita yang mendengar kabar ini turut gembira. Tentu saja.

Kulirik anak perempuanku yang duduk di pojok dan turut mengetahui kalau seorang perempuan yang senasib dengan ibunya akan segera memasuki etape baru. Dengan tatapan penuh arti dan kalimat yang tiba-tiba bijaksana, dia bilang, "ya sudah, kalau gitu Umi coba bilang sama Om yang kemarin katanya mau nyariin Abah buat aku."

Hahaha....jadi ketawa dengernya.

Jadi ceritanya pas kemarin kami sowan-sowan lebaran bareng adikku (pamannya anak-anak) anak perempuanku ini sempat rewel. Mungkin kecapekan atau gerah. Terus digoda ama adikku, kok rewel wae tho, opo njaluk bapak maneh? :D

Waktu itu dia seperti biasa responnya bilang enggak mau. Karena katanya abahnya yang paling oke sedunia. (padahal kenal aja belum. lha wong ayahnya meninggal waktu dia masih usia satu setengah tahun. hehe)

Eh kok kemarin dia jadi berubah pikiran ya? :D



Continue Reading…

Soko Tatal Sunan Kalijogo


Soko Tatal Sunan Kalijogo



Sudah padha dengar belum kalau Masjid Agung Demak dibangun hanya dalam waktu semalam?

Sudah padha tahu juga kan kalau empat soko guru utama Masjid Agung Demak adalah sumbangan dari Sunan Bonang, Sunan Gunung Jati, Sunan Ampel.


Tiang ini harus segera ditemukan dengan tinggi yang pas dalam waktu singkat, karena pembangunan masjid hanya akan berlangsung dalam semalam. So, mereka berempat ini bergegas pergi ke berbagai pelosok untuk mendapatkan tiang dengan spesifikasi yang dimaksud. Diameter dan  tinggi yang sama.

Sunan Bonang, Sunan Gunung Jati dan Sunan Ampel sudah mendapatkan balok kayu sesuai spek yang bisa dijadikan tiang masjid. 
Sedangkan Sunan Kalijaga yang tadinya sudah pergi ke Jepara untuk memotong pohon untuk tugas tersebut, tidak berhasil sebab si penunggunya konon tidak berkenan. Jadilah Sunan Kalijaga berbalik arah yang tadinya ke utara, kini ke selatan. Ke daerah Gunung Pati Semarang tepatnya. 

Sampailah beliau di hutan yang sekarang dikenal sebagai alas gua kreo. Sebenarnya batang pohon dengan spesifikasi yang dimaksud sudah beliau dapatkan, tetapi monyet-monyet di hutan itu mengganduli pohon itu bagian depan belakangnya ketika Sunan Kalijaga sedang membopong batang kayu tersebut. Karena monyet-monyet itu tak mau juga turun dari batang pohon yang digendong itu, Sunan Kalijogo terpaksa memotong bagian yang ditumpangi, depan dan belakang, alias ujung dan pucuknya. Alhasil monyet-monyet itupun berjatuhan. Syukurlah Sunan Kalijogo dengan kesaktiannya berhasil membawa batang pohon itu ke lokasi akan didirikannya masjid Agung. Tapi sayangnya tentu saja tinggi bakal tiang itu sudah berkurang. Waktu sudah sedemikian sempit. Tak kurang akal, Sunan Kalijaga kemudian menyambung tiang itu hingga mencapai tinggi yang sesuai. Uniknya beliau menggunakan potongan dan serpihan  yang ada. Dan beliau mengikatnya menggunakan sabut kepala serta tentu saja 'lem' yang beliau buat dari ludahnya (ahay, konon lho:D) Karena terbuat dari berbagai serpihan kayu yang disambung jadi satu, maka tiang itu dikenal dengan sebutan soko tatal.

Soko tatal dari kumpulan kayu itu kemudian dimaknai juha  sebagai lambang persatuan. Ternyata dari kecil yang banyak itu kalau dikumpulkan jadi satu kekuatan. Demikian jugalah Nusantara ini, meski berbeda-beda dan terdiri dari banyak elemen yang kecil, namun jika bersatu tentulah akan menjadi sebuah kekuatan yang berdaya. 

Setelah jadi, keempat soko guru termasuk soko tatal diletakkan di bagian tengah masjid. Tiang Sunan Bonang ditaruh di sebelah barat laut, di barat daya milik Sunan Gunung Jati, di tenggara milik Sunan Ampel dan di sebelah timur laut diletakkan soko tatal Sunan Kalijaga.


Continue Reading…

Simbol Dalam Novel-Novel DN

Simbol Dalam Novel-Novel DN


What memorable stories have you read that gained their strength from symbols? How have you used symbols in your own stories?

1. Mayasmara

Dua jemari yang hampir bertaut. Yang satunya nyata, satunya maya. Simbol yang menggambarkan ceritanya. Ya kan?

2. Dualapan

Hamparan mawar mewah yang membentuk siluet simbol cinta.

3. Bumi Tiga Matahari


Tiga Matahari Dengan Latar Kuning Oranye. Bisa rasakan panasnya?
4. Lelaki Pertama

5. Segitiga


6. Lelaki Kutunggu Lelakumu

7. LUV


8. Ayah, Lelaki Itu Mengkhianatiku

9. Sarvatraesa



10. Miss Backpacker Naik Haji
Simbolnya si Miss yang cantik supaya orang tertarik beli bukunya, dan ka'bah sebagai latar.

11. Mesir Suatu Waktu


simbolnya unta dan piramida tentu saja, karena perjalanan belajar maupun jalan-jalan di novel ini di Mesir sana :D

12. Xali

Kenapa simbolnya orang yang tenggelam. Selain metafora bagi narkoba yang tenggelam dalam adiksinya, juga ada scene si tokoh pemadat di dalam novel ini yang karena sedang fly jadi tercebur dan tenggelam dalam sungai.

13. Just In Love

Simbolnya buku-buku arsitektur, melambangkan tokohnya yang mahasiswi arsitektur (dan tengah magang, kenapa ya tempat magangnya nggak ditampilkan? he3)
dan siluet lambang cinta menggambarkan ada cerita cinta (penuh sabotase) di sana.

14. Gus

Menggunakan simbol pendopo yang sering ada di kawasan pesantren, yang digunakan untuk aula mengaji. Pendopo seperti ini pula yang ada di kawasan keraton. Mengisyaratkan pesantren sebagai kerajaan kecil dengan Gus sebagai penerus dinastinya.

15. Matahari Mata Hati
pohon dan burung-burung merupakan simbol pertumbuhan dan kehidupan yang akan terjadi jika kita terus menghidupkan matahari untuk senantiasa menyinari mata hati kita. 


Dapatkan novel-novel ini di toko buku Gramedia, Togamas dll. atau toko buku online.
Bisa juga pesan via sms 085701591957. Tulis nama/alamat/judul buku
Continue Reading…

SOCIOTEENPRENEUR (Upcoming Book) & GiveAway

SOCIOTEENPRENEUR (Upcoming Book)

yeay! Alhmdlh dpt kabar kalau buku Socioteenpreneurship sudah naik cetak. 
Doakan semuanya lancar, berkah dan manfaat ya. 
Kita sama-sama nantikan hadirnya di toko-toko buku kesayangan kita:)



sebagai wujud syukur, menyambut hadirnya saya mengadakan berhadiah 1 buku .

Simak ketentuannya ya:
1/follow  
2/Potensi apa yg bisa diangkat dr lingkunganmu 
3/ajak teman-temanmu  untuk ikut kuis ini
4/hestek  
5/DL malam ini alias 25 Juli 2015 23.59 WIB

Yuk diantos! :D

Continue Reading…

Good News Di Hari Raya

Good News Di Hari Raya


Di tengah kegalauan dan kekecewaan menghadapi ketidakberdayaan novelis  tetiba kemarin mendapat cerita dan kabar yang cukup membahagiakan dari sepupuku. Kupikir ini anak kenapa tiba-tiba ngebet minta foto bareng yang katanya mau di-upload di akun fesbuknya.
Ternyata dia ternyata barusan bertemu dengan seseorang yang dulu pernah ikut sesi sharing kepenulisanku. Dan dia cerita kalau sejak itu kepercayaan dirinya tumbuh, lalu berani menulis LKS dan salah satu hasilnya adalah dia bisa membeli motor.

Wah, subhanallah wal hamdulillah, aku juga turut senang mendengar ceritanya.

Jadi meskipun kadang kerisauan itu hadir, sebenarnya kita masih harus terus berjalan. Karena kadang kita tak tahu di mana lilin yang kita nyalakan itu akan bersinar terang.

Thanks ya sepupu buat kabar baiknya :D

Continue Reading…

Popular Posts

Blog Archive

Social Icons

Featured Posts

“menulis memang bukan mengeluarkan, tetapi aktivitas membobol berbagai sekat dalam diri dengan di luar dirinya, dengan apa yang menggelisahkannya sehingga mencapai kemapanan rasa untuk digelisahkan kembali.” ― MAYASMARA

Daftar Blog Saya

Cari Blog Ini

Memuat...

Slideshow

Loading...

Event

27 Des 2013 : Sharing Kepenulisan l Ponpes Langitan Tuban Jawa Timur l 09.00-12.00 WIB

22 Maret 2014 Sharing kepenulisan di SMPIT & SDIT Harapan Bunda Semarang

1 Juni 2014 : Off-Road Lamongan With Love

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Blog Archive

hello

Labels

be better!

semakin bermanfaat

Diberdayakan oleh Blogger.

Google+ Followers

Statistik

Minggu, 02 Agustus 2015

Menghirup Cinta Dari Euforia Dan Gempita Muktamar NU

Menghirup Cinta Dari Euforia Dan Gempita Muktamar NU

Beberapa hari sebelum berlangsungnya muktamar NU ke-33 di Jombang yang digelar tanggal 1-5 Agustus 2015, gembar gembor dan pro kontra Islam Nusantara sudah memenuhi time line kita di twitter dan fesbuk. begitulah pinter-pinternya orang-orang yang jago dalam nge-branding, theme event awareness, dan strategi marketing. ahay. (aku berani ngomong gini soalnya aku NU asli ya, NU thothok dan kultural. hehe) maksudku tentu saja that way is very impressing us. tanpa adanya propaganda islam nusantara sebelumnya, tentulah hawa per-muktamar-an tidak seramai yang kemudian kita dapati.


hawa cinta dan euforia muktamar NU menguar-nguar tidak hanya di time line, tapi juga di depan rumahku yang kebetulan bersebelahan dengan masjid agung demak. fa otomatis, tiap rombongan dari arah barat yang mau ke Jombang, menyempatkan diri singgah dan sholat di masjid wali ini. Jadi pemandangan sehari-hari menjelang muktamar adalah para kyai, gus-gus, santri-santri dan para muhibbin ini. Duuuuuh....hawane arep melu nggandul lungo menyang Jombang lho. hehe.


#ngemil baca Fira Dan Hafez

#ngemil baca Fira Dan Hafez


Sama-sama memoar dan sama-sama ditulis dalam bahasa lugas dan bahasa keseharian, ternyata hasilnya beda banget lho. Contohnya ya tulisan mbak Fira Basuki ini, dibanding dengan tulisan bu NH Dini yang kuulas dalam postingan sebelum ini.

Kemungkinan usia, kebijaksanaan dan juga milestone punya pengaruh besar dalam hal ini. Kelihatan sekali 'keakuan' mbak Firbas dalam tulisannya, dan ini mau tak mau membuat pembaca sedikit jengah. Sedangkan meski sama-sama menceritakan dirinya, tapi bu NH Dini lebih 'down to earth'.
Terlalu banyak kata 'saya' di tulisan mbak Firbas, sedangkan bu NH Dini mengemukakannya dalam keterpaduan cerita yang tidak menjemukan, banyak menceritakan sekitarnya, baik lingkungan maupun orang-orang yang berkaitan dengan dirinya.
Sehingga lebih banyak persepsi dari sudut pandang 'saya'nya mbak Firbas, sedang bu NH Dini dengan bijak menampilkan apa adanya sesuatu.

Jadi ingat cuitan akun baru yang cukup kritis di twitter, kalau yang ini berkaitan dengan agama, but relevan juga sih dengan bagaimana kita memandang dunia dan kehidupan.
Wahyu itu ontologis, eksistensial dan objektif. Persepsi anda tentang wahyu adalah epistemologis, esensial dan subjektif.

btw, di bab-bab belakangnya ketika kemudian cerita tentang Hafez mengemuka, mau tak mau memang air mata menitik. teringat suamiku sendiri yang juga wafat kecelakaan. bagaimana keduanya (suami mbak firbas maupun suamiku alm) adalah sedikit dari pria yang sangat penyayang, asih, dan punya sesuatu yang tidak dimiliki lelaki kebanyakan.

mbak firbas pastilah menuliskan dengan sepenuh perasaan dan emosinya sehingga tulisan itu juga menyentuh emosi pembacanya.
buku ini memperlihatkan pada kita, bahwa cinta itu ada, dan bukan cuma utopia.

Matahariku (Ternyata) Masih Punya Sihirnya

Matahariku (Ternyata) Masih Punya Sihirnya

Pagi ini baru kusadari lagi bahwa matahariku yang satu itu masih punya sihirnya
lalu berangsur-angsur barusan kusadari bahwa banyak serendipity yang datang dalam kehidupanku
adalah awalnya bermula dari dia
mimpi, keberanian, hasrat dan kenekatan

sihirnya kukira telah pergi
tetapi sepertinya ia menetap

semua itu, sihir dan kecerdasan juga keajaibannya
bukan karena dia mengetahui (ilmunya)
tetapi karena kejernihannya

mungkin




Give Away Buku-Buku Baru

Give Away Buku-Buku Baru

Pengumuman Give Away Bidadari Surga Pun Cemburu

selamat buat Rizqa Nurul Magetan yang beruntung dapat buku via di goodreads

Buku Bidadari Surga Pun Cemburu bisa teman-teman dapatkan di toko buku Gramedia, Togamas dll. Juga toko buku online.
Mau pesan lewat saya juga bisa, sila langsung sms/wa 085701591957
(jika menghendaki tanda tangan, silakan :D)



Yang ketinggalan give away Bidadari, nggak usah khawatir, sebab ada giveaway lagi meski untuk buku yang lain nih. hehe.

jangan sampai ketinggalan lagi ya yang ini > buruan di-klik buat dapat


#ngemilbaca Dari Ngaliyan Ke Sendowo

Ngemilbaca Dari Ngaliyan Ke Sendowo

Meski judulnya dari Ngaliyan ke  Sendowo, namun sesungguhnya kita bahkan diajak jalan-jalan juga ke Bangkok, Jepang dan Malaysia juga. Seru banget. Cukup mengejutkan bagiku, karena dulu sempat pas membaca karya mbak NH Dini yang lain, aku merasa kurang tertarik melanjutkan karena merasa bahasanya biasa  saja, lugas dan keseharian. Tetapi pas kemarin kubaca yang ini, aku merasa bahasa yang biasa dan lugas itu tidak mengurangi keindahan berceritanya. Mengalir, runtut, dan penuh kontemplasi serta inspirasi. Aku bahkan tak melewatkan satu katapun. Sesuatu yang jarang terjadi jika membaca karya-karya yang ‘polos’ alias ‘klise’ (biasanya fast reading sih kalau nemu yang begitu)

Lalu kusadari kenapa waktu itu aku sempat tidak tertarik melanjutkan baca meski beli bukunya mbak NH Dini, karena  di saat itu aku masih/sedang teracuni oleh salah seorang guruku.  Dia bilang aku harus shifting dan lifting, dengan membaca karya-karya yang sophisticated. Yang waktu itu aku salah mengartikannya dengan bacaan dengan diksi berat, tema dan topic berat, filsafati dan semacamnya. Dus, yang bahasanya biasa-biasa saja jadi kurang menarik. Seiring waktu dan jam terbang, lalu kekeliruan ini kusadari. Bahkan dengan gaya bahasa yang sederhana dan lugaspun, sebuah cerita yang bagus tetaplah bisa menjadi cerita yang bagus. However, tentu saja selera masing-masing bisa sangat berbeda. Buat yang suka rumit-rumit, yang sederhana begini bisa menjemukan.

Tapi aku belajar banyak. Mbak NH Dini tentulah banyak terpengaruh dari novel-novel Perancis dan novel barat yang banyak dibacanya. Gaya tutur narasinya yang detail, filmis, showing/dalam bentuk adegan, diselingi kontemplasinya menjadikan buku ini selain menghibur, menginspirasi juga membawa kita berefleksi diri.

However, latar belakang dan pemikiran penulis juga hal-hal yang dia cerna banyak berpengaruh pada ‘pesan’ ,  ‘nilai’ maupun ‘keyakinan’ yang diusung dalam karyanya. Sebagaimana juga dalam novel ini.  Jika penulis Titik Balik membahasakan beberapa keberuntungannya sebagai serendipity, mbak NH Dini berulang-ulang dan berkali-kali memperlihatkan bahwa keberuntungan yang berulang kali didapatkannya sebagai KaruniaNya (meski dalam kenyataannya yang juga beliau selipkan  tanpa menggurui dalam ceritanya bahwa pencapaiannya itu adalah buah perjuangan, usaha serta doa)

Meski mbak NH Dini tidak menampakkan secara gamblang agamanya, namun tampak bahwa beliau mengamalkan Islam. Bahkan bisa dibilang novel ini bisa juga disebut sebagai novel yang Islami. Karena di sana ditauladankan bagaimana bermanfaat untuk orang lain, bagaimana berdisiplin, mandiri, bercita-cita, selalu ingat/dzikir kepadaNya, bagaimana bersyukur dan bersabar dan seterusnya. Beliau menuturkannya dengan cara sedemikian sehingga nilai-nilai kebaikan universal ini diterima oleh kalangan manapun dan siapapun.

Patutlah beliau mendapat banyak penghargaan itu.


Satu lagi pelajaran dari novel ini. Betapa sampai tua, ternyata pekerjaan menulis di Indonesia mungkin belum cukup untuk kebutuhan finansial. Jadi ketika kita tahu menulis tidak bisa ‘menghasilkan’ uang, sudah saatnya semakin memantapkan diri untuk menulis demi ‘keabadian’.



Rabu, 29 Juli 2015

What Is Your Muse?

What Is Your Muse?


Kadang ada masa-masa stuck juga di dalam perjalanan kita berkarya dan menulis. Banyak PR di depan mata tapi ada saja gangguannya. Yang ragu-ragu lah, yang malas lah, yang nggak mood lah dan sebagainya.

Saat-saat seperti itulah kita membutuhkan 'muse' yang bisa menggugah semangat kita.

Sebagian orang tergerak setelah melihat film, atau membaca, atau jalan-jalan, atau habis menghadiri seminar, atau karena kantong bokek dan butuh uang. ahaha...

Kali ini my muse datang ketika bel rumah berbunyi, pak pos di depan pintu, mengantarkan bukti terbit buku baru, Bidadari Surga Pun Cemburu terbitan Tiga Serangkai. Yeay!!! Alhamdulillah, seneng banget dan langsung semangat nulis lagi.

Buku Bidadari Surga Pun Cemburu bisa didapatkan di toko buku Gramedia, Togamas dll. juga toko buku online. Go grab it ya :)


*ssstt....ada giveawaynya juga nih >> http://diannafi.blogspot.com/2015/07/giveaway-bidadari-surga-pun-cemburu.html


What's your muse?
yuk share di sini ^_^

Seminar Ekspedisi Zheng Ho Dan Islam Nusantara


Seminar Ekspedisi Zheng Ho Dan Islam Nusantara


Pengen banget datang ke gelaran pesta muktamar NU ke-33 di Jombang 1-5 Agustus 2015 ini, tapi badan sedang nggak fit. Eh alhamdulillah dapat undangan pre-event atau satelit event-nya di dekat rumah. Berlangsung di Hotel Amantis Demak, Nahdlatul Ulama (NU) menggelar Seminar Nasional Ekspedisi Zheng Ho dan Islam Nusantara.


Seminar Nasional tersebut menghadirkan ahli sejarah dari Cina.  Prof Fan Jin Min dan Prof Xia Weizhong dari Nainjing, RRC.
Keduanya mengulas tentang perjalanan Islam dari Cina ke Indonesia melalui perjalanan Jendral Zheng Ho, yang terkenal dengan klentengnya Sam Poo Kong di Semarang.
Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok, PBNU, Metro TV, Unwahas dan RSI NU menjadi sponsor utama acara.  


Penyelenggaraan ini merupakan amanat PBNU demi menyosialisasikan Islam Nusantara dengan konsep dasar Aswaja seperti tasamuh, tawasuth, tawazun, dan i’tidal termasuk ajaran Wali Songo dan laksamana Cheng Ho melalui peradaban dan budaya.

Dua narasumber ini juga datang ke Demak dengan membawa rombongan satu bus muslim Tiongkok. Mereka juga melakukan napak tilas perjalanan Laksamana Cheng Ho dalam mengembangkan agama Islam di bumi Nusantara seperti Gunung Batu Semarang dan Raja Bintor yang juga keturunan Tiongkok yakni Sultan Fattah di kompleks Masjid Agung Demak.

Kehadiran para ahli sejarah dari negara Tiongkok ini, bukan hanya memperkaya wawasan Islam dan Cina yang mungkin selama ini baru setengah-setengah mengetahuinya, namun juga mempererat hubungan antar etnis di Indonesia.

Seminar dihadiri 250 peserta yang terdiri dari pengurus PBNU, PWNU, PCNU, lembaga, banom, MWCNU sekabupaten Demak, Unwahas, guru besar dan mahasiswa.

Kami terpaksa memakai alat ini untuk bisa mendengar translator yang menerjemahkan narasumber. Karena keduanya menggunakan bahasa Mandarin. ahaha :D


Tentang konten/isinya akan aku tulis dalam postingan berikutnya ya teman. Ada 21 halaman tulisan tangan sih, tapi ya gitu. pas aku mau ketik kok sulit baca tulisan sendiri ya. Hehe. Ceker eyem. 

But I'll try hard for you all :D


Senin, 27 Juli 2015

Ketika Bulik Yang Senasib Denganku Akan Nikah Lagi

Ketika Bulik Yang Senasib Denganku Akan Nikah Lagi


Kemarin di pertemuan halal bihalal keluarga besar, salah satu bulik jauhku yang menjanda setahun ini karena suaminya juga meninggal seperti aku, penuh senyum dan tampak berbunga-bunga.

Rupanya dia akan segera menikah lagi!

Sempat dia tanya sama aku, berapa tahun sejak aku ditinggal wafat suami. Tujuh tahun, bulik. Wow! Serunya dengan wajah sedikit malu. Tapi kemudian dia mafhum karena dua anakku masih kecil, sedangkan dua anaknya sudah besar, sudah lulus dan kerja. Sehingga dia sendirian di rumah, demikian pula dengan calon suaminya yang sudah menduda selama TUJUH BELAS tahun. Wah! Yang itu lebih wow lagi ya saudara-saudara. Setelah membesarkan ketiga anaknya hingga mandiri, barulah sekarang dia hendak menikah lagi.

Subhanallah.

Kita yang mendengar kabar ini turut gembira. Tentu saja.

Kulirik anak perempuanku yang duduk di pojok dan turut mengetahui kalau seorang perempuan yang senasib dengan ibunya akan segera memasuki etape baru. Dengan tatapan penuh arti dan kalimat yang tiba-tiba bijaksana, dia bilang, "ya sudah, kalau gitu Umi coba bilang sama Om yang kemarin katanya mau nyariin Abah buat aku."

Hahaha....jadi ketawa dengernya.

Jadi ceritanya pas kemarin kami sowan-sowan lebaran bareng adikku (pamannya anak-anak) anak perempuanku ini sempat rewel. Mungkin kecapekan atau gerah. Terus digoda ama adikku, kok rewel wae tho, opo njaluk bapak maneh? :D

Waktu itu dia seperti biasa responnya bilang enggak mau. Karena katanya abahnya yang paling oke sedunia. (padahal kenal aja belum. lha wong ayahnya meninggal waktu dia masih usia satu setengah tahun. hehe)

Eh kok kemarin dia jadi berubah pikiran ya? :D



Soko Tatal Sunan Kalijogo


Soko Tatal Sunan Kalijogo



Sudah padha dengar belum kalau Masjid Agung Demak dibangun hanya dalam waktu semalam?

Sudah padha tahu juga kan kalau empat soko guru utama Masjid Agung Demak adalah sumbangan dari Sunan Bonang, Sunan Gunung Jati, Sunan Ampel.


Tiang ini harus segera ditemukan dengan tinggi yang pas dalam waktu singkat, karena pembangunan masjid hanya akan berlangsung dalam semalam. So, mereka berempat ini bergegas pergi ke berbagai pelosok untuk mendapatkan tiang dengan spesifikasi yang dimaksud. Diameter dan  tinggi yang sama.

Sunan Bonang, Sunan Gunung Jati dan Sunan Ampel sudah mendapatkan balok kayu sesuai spek yang bisa dijadikan tiang masjid. 
Sedangkan Sunan Kalijaga yang tadinya sudah pergi ke Jepara untuk memotong pohon untuk tugas tersebut, tidak berhasil sebab si penunggunya konon tidak berkenan. Jadilah Sunan Kalijaga berbalik arah yang tadinya ke utara, kini ke selatan. Ke daerah Gunung Pati Semarang tepatnya. 

Sampailah beliau di hutan yang sekarang dikenal sebagai alas gua kreo. Sebenarnya batang pohon dengan spesifikasi yang dimaksud sudah beliau dapatkan, tetapi monyet-monyet di hutan itu mengganduli pohon itu bagian depan belakangnya ketika Sunan Kalijaga sedang membopong batang kayu tersebut. Karena monyet-monyet itu tak mau juga turun dari batang pohon yang digendong itu, Sunan Kalijogo terpaksa memotong bagian yang ditumpangi, depan dan belakang, alias ujung dan pucuknya. Alhasil monyet-monyet itupun berjatuhan. Syukurlah Sunan Kalijogo dengan kesaktiannya berhasil membawa batang pohon itu ke lokasi akan didirikannya masjid Agung. Tapi sayangnya tentu saja tinggi bakal tiang itu sudah berkurang. Waktu sudah sedemikian sempit. Tak kurang akal, Sunan Kalijaga kemudian menyambung tiang itu hingga mencapai tinggi yang sesuai. Uniknya beliau menggunakan potongan dan serpihan  yang ada. Dan beliau mengikatnya menggunakan sabut kepala serta tentu saja 'lem' yang beliau buat dari ludahnya (ahay, konon lho:D) Karena terbuat dari berbagai serpihan kayu yang disambung jadi satu, maka tiang itu dikenal dengan sebutan soko tatal.

Soko tatal dari kumpulan kayu itu kemudian dimaknai juha  sebagai lambang persatuan. Ternyata dari kecil yang banyak itu kalau dikumpulkan jadi satu kekuatan. Demikian jugalah Nusantara ini, meski berbeda-beda dan terdiri dari banyak elemen yang kecil, namun jika bersatu tentulah akan menjadi sebuah kekuatan yang berdaya. 

Setelah jadi, keempat soko guru termasuk soko tatal diletakkan di bagian tengah masjid. Tiang Sunan Bonang ditaruh di sebelah barat laut, di barat daya milik Sunan Gunung Jati, di tenggara milik Sunan Ampel dan di sebelah timur laut diletakkan soko tatal Sunan Kalijaga.


Simbol Dalam Novel-Novel DN

Simbol Dalam Novel-Novel DN


What memorable stories have you read that gained their strength from symbols? How have you used symbols in your own stories?

1. Mayasmara

Dua jemari yang hampir bertaut. Yang satunya nyata, satunya maya. Simbol yang menggambarkan ceritanya. Ya kan?

2. Dualapan

Hamparan mawar mewah yang membentuk siluet simbol cinta.

3. Bumi Tiga Matahari


Tiga Matahari Dengan Latar Kuning Oranye. Bisa rasakan panasnya?
4. Lelaki Pertama

5. Segitiga


6. Lelaki Kutunggu Lelakumu

7. LUV


8. Ayah, Lelaki Itu Mengkhianatiku

9. Sarvatraesa



10. Miss Backpacker Naik Haji
Simbolnya si Miss yang cantik supaya orang tertarik beli bukunya, dan ka'bah sebagai latar.

11. Mesir Suatu Waktu


simbolnya unta dan piramida tentu saja, karena perjalanan belajar maupun jalan-jalan di novel ini di Mesir sana :D

12. Xali

Kenapa simbolnya orang yang tenggelam. Selain metafora bagi narkoba yang tenggelam dalam adiksinya, juga ada scene si tokoh pemadat di dalam novel ini yang karena sedang fly jadi tercebur dan tenggelam dalam sungai.

13. Just In Love

Simbolnya buku-buku arsitektur, melambangkan tokohnya yang mahasiswi arsitektur (dan tengah magang, kenapa ya tempat magangnya nggak ditampilkan? he3)
dan siluet lambang cinta menggambarkan ada cerita cinta (penuh sabotase) di sana.

14. Gus

Menggunakan simbol pendopo yang sering ada di kawasan pesantren, yang digunakan untuk aula mengaji. Pendopo seperti ini pula yang ada di kawasan keraton. Mengisyaratkan pesantren sebagai kerajaan kecil dengan Gus sebagai penerus dinastinya.

15. Matahari Mata Hati
pohon dan burung-burung merupakan simbol pertumbuhan dan kehidupan yang akan terjadi jika kita terus menghidupkan matahari untuk senantiasa menyinari mata hati kita. 


Dapatkan novel-novel ini di toko buku Gramedia, Togamas dll. atau toko buku online.
Bisa juga pesan via sms 085701591957. Tulis nama/alamat/judul buku

Sabtu, 25 Juli 2015

SOCIOTEENPRENEUR (Upcoming Book) & GiveAway

SOCIOTEENPRENEUR (Upcoming Book)

yeay! Alhmdlh dpt kabar kalau buku Socioteenpreneurship sudah naik cetak. 
Doakan semuanya lancar, berkah dan manfaat ya. 
Kita sama-sama nantikan hadirnya di toko-toko buku kesayangan kita:)



sebagai wujud syukur, menyambut hadirnya saya mengadakan berhadiah 1 buku .

Simak ketentuannya ya:
1/follow  
2/Potensi apa yg bisa diangkat dr lingkunganmu 
3/ajak teman-temanmu  untuk ikut kuis ini
4/hestek  
5/DL malam ini alias 25 Juli 2015 23.59 WIB

Yuk diantos! :D

Kamis, 23 Juli 2015

Good News Di Hari Raya

Good News Di Hari Raya


Di tengah kegalauan dan kekecewaan menghadapi ketidakberdayaan novelis  tetiba kemarin mendapat cerita dan kabar yang cukup membahagiakan dari sepupuku. Kupikir ini anak kenapa tiba-tiba ngebet minta foto bareng yang katanya mau di-upload di akun fesbuknya.
Ternyata dia ternyata barusan bertemu dengan seseorang yang dulu pernah ikut sesi sharing kepenulisanku. Dan dia cerita kalau sejak itu kepercayaan dirinya tumbuh, lalu berani menulis LKS dan salah satu hasilnya adalah dia bisa membeli motor.

Wah, subhanallah wal hamdulillah, aku juga turut senang mendengar ceritanya.

Jadi meskipun kadang kerisauan itu hadir, sebenarnya kita masih harus terus berjalan. Karena kadang kita tak tahu di mana lilin yang kita nyalakan itu akan bersinar terang.

Thanks ya sepupu buat kabar baiknya :D

featured-content2


Masukkan Code ini K1-76641A-C
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

featured-content2

featured-content2

Recent post

featured-content2

Recent Comment

Template information

About Me

Foto Saya
dian nafi
Dian Nafi. Pecinta purnama, penikmat hujan. Lulusan Arsitektur Undip. Pengelola PAUD, komunitas Hasfriend, Pimred DeMagz. Pemenang Favorit LMCR ROHTO2011. Penulis Terpilih WS Kepenulisan PBA&KPK 2011, Penulis Terpilih WS Cerpen Kompas2012. Profilnya dimuat di Harian Analisa Medan (2011) Jawa Pos-Radar Semarang(2013) juga Buku Profil Perempuan Pengarang dan Penulis Indonesia (KosaKataKita, 2012) Alinea TV (2014) Koran Sindo (2014). Antologi bersama A Fuadi terpilih sebagai nominasi kategori Buku&Desain Sampul NonFiksi Terfavorit Anugrah Pembaca Indonesia2012. Penulis Novel Mayasmara.Tulisan dimuat di beberapa media, 20 buku dan 80 antologi diterbitkan oleh berbagai penerbit. Di antaranya : Jendela-Zikrul Hakim, Quanta-Elexmedia, Bentang, Gramedia Pustaka Utama, Leutika, Hasfa, Imania-Mizan, Familia, Qudsi, GeraiBuku, Bunyan, Gradien, Javalitera,  Plotpoint, DivaPress, Grasindo, Jentera, Erlangga, Gradien, Bunyan, Indiva, Prenada, Tiga Serangkai diannafi.blogspot.com;fb:ummihasfa @ummihasfa; diannafi@yahoo.com
Lihat profil lengkapku

Followers

Social Icons

twit

Translate

be better!

semakin bermanfaat

Ads

About

Ads

Goodreads Book Giveaway

socioteenpreneur by Dian Nafi

socioteenpreneur

by Dian Nafi

Giveaway ends September 01, 2015.

See the giveaway details at Goodreads.

Enter Giveaway

About me

Social Icons

Copyright © be better! | Powered by Blogger
Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com